IMPLEMENTASI 3D PRINTING DALAM PEMBELAJARAN TEKNIK DI SMK YPK GAJAH MADA PALEMBANG

Authors

  • Amir Arifin Jurusan Teknik Mesin, Universitas Sriwijaya, Palembang, Indonesia
  • M. A. Ade Saputra Jurusan Teknik Mesin, Universitas Sriwijaya, Palembang, Indonesia
  • Irsyadi Yani Jurusan Teknik Mesin, Universitas Sriwijaya, Palembang, Indonesia
  • Akbar Teguh Prakoso Jurusan Teknik Mesin, Universitas Sriwijaya, Palembang, Indonesia
  • Gunawan Gunawan Jurusan Teknik Mesin, Universitas Sriwijaya, Palembang, Indonesia
  • Hasan Basri Jurusan Teknik Mesin, Universitas Sriwijaya, Palembang, Indonesia
  • Muhammad Zahir Jurusan Teknik Mesin, Universitas Sriwijaya, Palembang, Indonesia
  • Ismail Thamrin Jurusan Teknik Mesin, Universitas Sriwijaya, Palembang, Indonesia
  • Astuti Astuti Jurusan Teknik Mesin, Universitas Sriwijaya, Palembang, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.51630/jps.v4i2.203

Keywords:

manufaktur aditif, 3d printer, Fused Desposition Modelling, Pembelajaran Teknik SMK, Pelatihan Guru

Abstract

Perkembangan teknologi pada era Revolusi Industri 4.0 menuntut lulusan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) memiliki kompetensi di bidang manufaktur berbasis digital, salah satunya teknologi 3D printing tipe fused deposition modeling (FDM). Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan pemahaman dan keterampilan guru SMK YPK Gajah Mada Palembang dalam merancang dan mengoperasikan mesin cetak 3D serta memanfaatkannya sebagai media pembelajaran teknik. Metode yang digunakan diawali dengan survei kebutuhan dan wawancara untuk memetakan pengetahuan awal dan kesiapan guru terhadap teknologi 3D printing, dilanjutkan dengan pelatihan terstruktur yang mencakup pengenalan perangkat lunak CAD, proses slicing menggunakan Ultimaker Cura, pengaturan parameter pencetakan, hingga praktik langsung mencetak produk sederhana seperti komponen transmisi dan gantungan kunci. Evaluasi dilakukan melalui kuesioner dan wawancara setelah pelatihan. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa peserta memperoleh pemahaman yang baik terhadap alur kerja 3D printing, merasa cara penyampaian dan isi materi mudah diikuti, serta 70% guru menyatakan akan mencoba menerapkan 3D printing sebagai media pembelajaran di kelas. Selain itu, penyerahan satu unit mesin cetak 3D kepada sekolah mendukung keberlanjutan implementasi teknologi ini. Secara keseluruhan, program pelatihan efektif dalam memperkuat kompetensi guru dan mendorong integrasi teknologi manufaktur aditif dalam pembelajaran teknik di SMK.

Downloads

Published

2025-12-23