Jurnal Pelita Sriwijaya https://www.aps.or.id/journal/index.php/jps <p>Jurnal Pelita Sriwijaya</p> <p>Jurnal Pelita Sriwijaya atau disingkat dengan JPS, merupakan jurnal nasional yang memuat penelitian pengabdian pada masyarakat yang dilakukan oleh setiap civitas akademika pada Institusi – Institusi Pendidikan Tinggi ataupun pihak-pihak yang berkentingan sebagai salah satu kewajiban Tri Dharma Perguruan Tinggi. Jurnal ini berdiri pada tanggal 17 Agustus 2021 atas dasar inisiasi dari pengurus Asosiasi Peneliti Sriwijaya, dengan adanya jurnal ini maka pengabdian yang dilakukan oleh setiap civitas akademika di Institusi – Institusi Pendidikan Tinggi di Indonesia yang berkepentingan dapat dipublikasikan secara ilmiah.</p> <p>ISSN <a href="https://issn.lipi.go.id/terbit/detail/20220616331416527" target="_blank" rel="noopener">2830-4683</a></p> en-US aspensriwijaya@gmail.com (M. A. Ade Saputra) aspensriwijaya@gmail.com (Amir Arifin) Wed, 01 Jun 2022 00:00:00 +0000 OJS 3.2.1.2 http://blogs.law.harvard.edu/tech/rss 60 PEMANFAATAN LIMBAH ALUMNIUM DALAM MENDUKUNG KREATIFITAS BERNILAI EKONOMIS https://www.aps.or.id/journal/index.php/jps/article/view/53 <p>Limbah aluminium yang dibuang ke tanah atau dikubur dalam dapat menyebabkan terjadinya polusi tanah, karena sifat aluminium yang tidak mudah terurai secara alami di tanah. Adanya polusi pada tanah menyebabkan tidak semua tanaman dapat tumbuh atau dengan kata lain dapat menyebabkan hilangnya keanekaragaman hayati. Hal serupa terjadi jika limbah aluminum dibuang ke sungai/laut. Jika hal ini terjadi secara terus menerus maka siklus lingkungan akan rusak, yang kemudian mengakibatkan terjadinya perubahan cuaca dan suhu menjadi ekstrim, dan pada akhirnya dapat menyebabkan perubahan iklim global. Penerapan sistem 3R (Reuse, Reduce, dan Recycle) hingga sekarang masih merupakan solusi yang tepat dalam mengelola limbah aluminium. Kegiatan sederhana yang termasuk sistem 3R diantaranya adalah menggunakan kembali wadah atau kemasan yang telah kosong untuk fungsi yang sama atau fungsi lainnya. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk memberikan penyuluhan dan peragaan tentang cara menggunakan kembali barang bekas dari limbah aluminium dengan membuat barang-barang bekas tersebut bernilai ekonomis bagi masyarakat di Kelurahan Timbangan Kecamatan Indralaya Utara, Ogan Ilir, sehingga mereka mampu membuatnya sendiri.</p> Yulia Resti, Endang Sri Kresnawati, Ali Amran Copyright (c) 2022 Jurnal Pelita Sriwijaya https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0/ https://www.aps.or.id/journal/index.php/jps/article/view/53 Wed, 01 Jun 2022 00:00:00 +0000 PENINGKATAN NILAI EKONOMIS LIMBAH KALENG SEBAGAI PRODUK KERAJINAN https://www.aps.or.id/journal/index.php/jps/article/view/55 <p>Seiring dengan perkembangan zaman, penggunaan kaleng baik sebagai kaleng makanan, minuman, maupun sebagai wadah-wadah lainnya menjadi semakin banyak dan akan berbanding lurus dengan sampah (limbah) yang dihasilkannya. Limbah kaleng termasuk limbah anorganik yang sulit terurai secara alami. Pengelolaan limbah kaleng yang tidak tepat dapat berkontribusi terhadap kerusakan lingkungan. Limbah kaleng jika dimanfaatkan dapat bernilai ekonomis, namun perlu pengetahuan, kreatifitas dan ketrampilan yang memadai untuk melakukannya. Kelurahan Timbangan Kecamatan Indralaya Utara, Ogan Ilir memiliki banyak tempat umum yang berpotensi memiliki sampah kaleng, seperti pasar, sekolah, kampus, SPBU, hotel, penginapan, rumah makan, dan lain-lain. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk memberikan penyuluhan dan peragaan tentang cara membuat produk kerajinan tangan dari limbah kaleng bagi masyarakat di Kelurahan Timbangan Kecamatan Indralaya Utara, Ogan Ilir, sehingga mereka mampu membuat sendiri produk kerajinan tangan yang bernilai ekonomis.</p> Irsyadi Yani, Firmansyah Burlian, M. A. Ade Saputra, Amir Arifin, Gunawan Copyright (c) 2022 Jurnal Pelita Sriwijaya https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 https://www.aps.or.id/journal/index.php/jps/article/view/55 Wed, 01 Jun 2022 00:00:00 +0000 PELATIHAN SEMPOA SEBAGAI METODE BELAJAR ARITMATIKA BAGI GURU SD DAN MADRASAH IBTIDAIYAH DI INDERALAYA https://www.aps.or.id/journal/index.php/jps/article/view/56 <p>Pendidikan aritmatika atau berhitung telah diterima dunia internasional sebagai salah satu pendidikan alternatif untuk meningkatkan kecerdasan anak. Aritmatika adalah cabang ilmu matematika yang mempelajari operasi penjumlahan, pengurangan, perkalian dan pembagian. Menurut para pakar psikologi dan pendidikan, belajar aritmatika dengan metode sempoa merupakan latihan yang bagus yang dapat mengoptimalkan kerja otak. Sempoa merupakan alat hitung tradisional yang berasal dari Asia Timur. Inti kerja sempoa adalah menaikkan dan menurunkan sempoa menggunakan jari tangan. Dengan sempoa anak diajarkan logika perhitungan secara sederhana. Dengan latihan yang cukup, anak akan mampu mengerjakan perhitungan yang rumit hanya dengan mengimajinasikan pergerakan biji-biji sempoa yang ada dalam ingatan. Ini disebut mental aritmatika. Untuk dapat menguasai mental aritmatika, seorang anak harus mempelajari materi pendidikan mental aritmatika mulai tingkat dasar hingga mahir secara berkesinambungan. Pada tahap dasar, anak diajarkan penjumlahan dan pengurangan sederhana, lalu ditingkatkan nilai kesukarannya. Selanjutnya, anak juga diajarkan perkalian dan pembagian sehingga pada akhirnya, anak sudah dapat mengerjakan soal hitungan tanpa bantuan sempoa lagi. Umumnya baik guru maupun para siswa tingkat SD di Kecamatan Inderalaya Utara belum menggunakan sempoa sebagai metode belajar aritmatika untuk meningkatkan kemampuan berhitung di luar kepala. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat (PPM) ini bertujuan untuk mengenalkan dan memperagakan sempoa sebagai metode belajar aritmatika kepada guru-guru sekolah tingkat dasar di Kecamatan Inderalaya Utara. Metode kegiatan ini berupa pelatihan sempoa tingkat dasar yaitu tahap pengenalan dan penggunaan sempoa, teknik penjumlahan dan pengurangan menggunakan sempoa serta latihan-latihan soal untuk melancarkan penggunaan sempoa. Pada kegiatan ini, teknik perkalian dan pembagian dengan sempoa belum dikenalkan, karena teknik berhitung dengan sempoa harus diajarkan secara bertahap untuk memperoleh hasil yang optimal. Hasil kegiatan ini, para guru SD di Kecamatan Inderalaya Utara telah mengenal metode atau teknik berhitung menggunakan sempoa dan telah dapat menggunakan sempoa untuk melakukan operasi penjumlahan dan pengurangan dengan benar dan cepat. Para guru tersebut juga sangat antusias untuk dapat menguasai semua teknik dan operasi perhitungan dengan sempoa. Untuk itu, operasi perkalian dan pembagian menggunakan sempoa sangat diharapkan dapat dilaksanakan juga pada kegiatan sejenis yang merupakan kelanjutan dari kegiatan ini.</p> Novi Rustiana Dewi, Ning Eliyati, Des Alwine Zayanti, Endang Sri Kresnawati, Yulia Resti Copyright (c) 2022 Jurnal Pelita Sriwijaya https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 https://www.aps.or.id/journal/index.php/jps/article/view/56 Wed, 01 Jun 2022 00:00:00 +0000 PELATIHAN PENGINSTALAN DAN PENGGUNAAN OS LINUX YANG BERBIAYA MURAH DAN LEGAL BAGI GURU SMA DI KABUPATEN OGAN ILIR https://www.aps.or.id/journal/index.php/jps/article/view/57 <p>Linux merupakan salah satu dari sedikit pilihan sistem operasi komputer yang opensource (bebas menggunakan dan memodifikasinya), murah dan berlisensi gratis. Linux mengambil kendali infrastruktur perangkat keras ketika pertama kali sistem tersebut dijalankan. Selain itu Linux mendukung berbagai platform hardware dari mulai PC berbasiskan Intel, Macintosh, Amiga, Silicon Graphics, Digital Alpha, sampai dengan perangkat mini computer seperti PDA dan pocket PC. Dengan telah ditandatanginya Memorandum of Understanding (MoU) tentang penerapan penggunaan piranti lunak legal oleh Menteri Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia, Sofyan Djalil dan CEO Microsoft Indonesia, Tony Chen, pada tanggal 13 Januari 2006 di Jakarta, berarti menggunakan windows bajakan merupakan suatu pelanggaran Hak atas Kekayaan Intelektual (HAKI). Seperti diketahui bersama, penggunaan windows yang legal memerlukan biaya lisensi yang cukup mahal. Sebagai salah satu sekolah swasta yang sedang berkembang, belum memiliki cukup dana untuk membayar lisensi penggunaan windows yang selama ini mereka gunakan. Kehadiran LINUX sebagai sistem operasi komputer yang opensource (bebas menggunakan dan memodifikasinya), murah dan berlisensi gratis sangat mereka butuhkan. Di sisi lain, sumber daya manusia di SMU tersebut belum mengenal LINUX, karenanya sosialisasi LINUX sebagai sistem operasi komputer pengganti windows sangat diperlukan di SMU ini. Pendekatan pemecahan masalah dilakukan dengan mengenalkan LINUX kepada para guru dan siswa.&nbsp; Kegiatan ini dilaksanakan pada hari Rabu tanggal 6 Agustus 2014 yang berlokasi di SMU PGRI Inderalaya dengan memperagakan kepada para peserta tentang bagaimana menginstall dan mengoperasikan LINUX, kemudian memberikan kesempatan kepada mereka untuk melakukannya sendiri dan terakhir dilakukan tes apakah mereka sudah bisa mengoperasikan LINUX dengan benar. Melalui kegiatan ini, sangat diharapkan para peserta dapat menginstall dan mengoperasikan LINUX serta menerapkannya pada kegiatan di sekolah mereka.</p> Firmansyah Burlian, Irsyadi Yani, Ismail Thamrin, Muhammad Yanis, Yulia Resti Copyright (c) 2022 Jurnal Pelita Sriwijaya https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 https://www.aps.or.id/journal/index.php/jps/article/view/57 Wed, 01 Jun 2022 00:00:00 +0000 PELATIHAN PEMBUATAN MODUL PEMBELAJARAN MENGGUNAKAN MULTIMEDIA BAGI GURU SMA DI KABUPATEN OGAN ILIR https://www.aps.or.id/journal/index.php/jps/article/view/58 <p>Media pembelajaran adalah seperangkat materi yang disusun secara sistematis baik tertulis maupun tidak sehingga tercipta lingkungan/suasana yang memungkinkan siswa untuk belajar. Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi dalam proses pembelajaran di SMA-SMA Kabupaten Ogan Ilir umumnya belum maksimal. Komputer yang ada di sekolah-sekolah tersebut belum dimanfaatkan secara optimal sebagai sarana pembelajaran. Seringkali komputer hanya digunakan sebagai alat untuk mengetik,&nbsp; belajar program komputer atau untuk bermain game. Padahal komputer dapat juga digunakan sebagai media untuk meningkatkan kualitas pembelajaran dengan mengintegrasikannya dalam proses belajar mengajar. Salah satu strategi menggunakan komputer sebagai media pengajaran adalah dengan menyusun sebuah bahan ajar berbasis multimedia. Multimedia berarti menggunakan gabungan berbagai macam media (teks, gambar, audio, video, animasi 2D/3D) yang disusun secara utuh, terintegrasi, dan disesuaikan dengan tujuan pembelajaran. Dengan cara ini proses belajar mengajar akan lebih menarik dan bersifat interaktif, sehingga akan memudahkan pemahaman siswa dalam menyerap materi yang diajarkan. Namun, umumnya guru-guru Sekolah Menengah Atas (SMA) di Ogan Ilir belum memiliki pengetahuan dan ketrampilan untuk membuat dan menyampaikan materi pembelajaran menggunakan multimedia. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk mengenalkan multimedia sebagai sarana pembelajaran kepada guru-guru SMA di Kabupaten Ogan Ilir dengan melaksanakan pelatihan pembuatan modul atau materi pembelajaran menggunakan multimedia. Hasil kegiatan pengabdian ini menunjukkan guru-guru SMA di Kabupaten Ogan Ilir antusias untuk dapat membuat dan menyampaikan materi pembelajaran menggunakan multimedia. Melalui pelatihan ini, guru-guru sudah dapat menggunakan multimedia untuk membuat modul pembelajaran dan termotivasi untuk menyampaikan materi pembelajarannya menggunakan multimedia.</p> Yulia Resti, Endang Sri Kresnawati, Sugandi Yahdin, Irsyadi Yani, Firmansyah Burlian Copyright (c) 2022 Jurnal Pelita Sriwijaya https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 https://www.aps.or.id/journal/index.php/jps/article/view/58 Wed, 01 Jun 2022 00:00:00 +0000 TEKNOLOGI PENGELASAN BAGI PENGUSAHA DAN PEKERJA DI BIDANG LAS DI KECAMATAN GANDUS PALEMBANG https://www.aps.or.id/journal/index.php/jps/article/view/63 <p>Pemilhan metode pengelasan yang benar dan pemahaman akan teori dalam teknologi pengelasan merupakan kunci untuk menghasilkan produk las yang berkualitas. Akan tetapi pemahaman mengenai teori ini masih sangat minim dimiliki oleh para pengusaha dan pekerja las usaha kecil. Kegiatan pengabdian masyarakat bertujuan untuk memberikan teori dasar teknologi pengelasan sehingga diharapkan dapat membantu para pengusaha dan pekerja las dalam menghasilkan produk las yang berkualitas dan bersaing. Sasaran kegiatan ini adalah pengusaha dan pekerja las di kecamatan gandus palembang. Hasil kegiatan ini adalah para pengusaha dan pekerja las antusias dalam mengikuti diskusi dan tanya jawab terkait permasalahan yang dihadapi dalam proses pengelasan yang dilakukan.</p> Hendri Chandra, Diah Kusuma Pratiwi, Nurhabibah Paramitha Eka Utami Copyright (c) 2022 Jurnal Pelita Sriwijaya https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 https://www.aps.or.id/journal/index.php/jps/article/view/63 Wed, 01 Jun 2022 00:00:00 +0000